Skip to main content

PASAR TRADISIONAL BLIMBING PACIRAN LAMONGAN

Pasar blimbing Paciran Lamongan merupakan pasar tradisional yang sangat ramai tiap harinya dikunjungi oleh berbagai orang dari berbagai desa dan kecamatan disekitar pasar ini kalau dikalkulasikan mungkin pada tiap harinya dikunjungi oleh kurang lebih seribu orang mulai dari pedagang dan pembeli, sejak saya masih kecil sampai sekarang yakni tahun 2019 pasar ini masih ramai meski sudah banyak minimarket yang bertebaran di kiri kanan jalan deandless namun keberadaan pasar ini tetaplah sangat ramai pengunjung.

Kalau kita berkunjung ke pasar ini kita akan menemukan berbagai macam dagangan mulai dari pedagang sayuran, daging, pedangan pakaian pedagang emas dan pedagang kuliner mulai bakso soto es degan dan lain sebagainya para pedangan yang berjualan dipasar ini juga bermacam macam ada yang berasal dari madura ada yang berasal dari Kabupaten Tuban dan banyk pedagang yang beasal dari desa setempat dan dari kecamatan kecamatan disekitar pasar ini.

Dahulu sekitar tahun 2000 pasar ini masih belum direhab sehingga ketika musim hujan banjir memasuki area pasar bagian dalam akibatnya lantai pasar ini yang masih berupa tanah liat menjadi basah dan berlumpur sehingga terkesan masih kotor dan kumuh namun sejak pasar ini direhab yakni tahun 2015 pasar ini sudah bersih dan tidak lagi kebanjiran karena bagian atas pasar ditutup dengan atap stainless yang menutupi bagian atas seluruh pasar.

Nahhh jika sahabat sahabat semua berkunjung ke panturan jangan lupa ya mampir dipasar tradisional Blimbing oh ya pasar ini juga berdekatan dengan TPI Brondong atau tempat penampungan ikan di Kecamatan Brondong Lamongan, Pasar ini memang terletak di bagian ujung barat Kecamatan Paciran dan berdampingan dengan bagian Ujung Timur Kecamatan Brondong sehingga berada tepat diperbatasan dua kecamatan tersebut, hal ini juga semakin mennambah keramain pasar ini karena tiap hari mesti dikunjungi oleh dua kecamatan tersebut.

Demikian uraian artikel yang singkat mengenai Pasar Tradisional Blimbing Lamongan selamat berkunjung dan jangn lupa tiggalkan komentar he he he 

Comments

Popular posts from this blog

PESAREHAN SYEKH IBRAHIM ASMOROQONDI GISIKHARJO PALANG TUBAN

Baiklah sahabat jelajah pantura kali ini saya ingin berbagi tulisan tentang pengetahuan sejarah khususnya sejarah penyebaranbagama islam ditanah jawa dalam hal ini saya akan menulis khusus pada beliau almaghfurlah Syekh Ibrahim Asmoroqondi .
Beliau Syekh Ibrahim Asmoroqondi adalah ayah dari raden Ali Rohmatullah atau Sunan Ampel, Makamnya terletak di Desa Gisikharjo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Jawa Timur, Babad Tanah Jawi menyebut namanya Dengan Makdum Ibrahim Asmoro Atau Ibrahim Asmoro, sebutan tersebut mengikuti lidah jawa dalam melafalkan As samarkondi beliau dilahirkan di Samarkhan Asia Tengah pada Abad Ke-14.
Menurut Babat cerbon Syekh ibrahim Asmoroqondi adalah putera Syekh Karnen Berasal dati negeri tulen menurut babat cebon Syekh Ibrahim Asmoroqondi merupakan pendatang di kota samarkhan karena tulen adalah merujuk pada nama wilayah tyulen kepulain kecil ditepi laut kaspia wilayah kazakhstan.
Syekh Ibrahim Asmoroqondi acapkali disamakan dengan Syekh Maulana Malik Ibrahim,…

Sumur Keramat Koboan Ungkal

Sumur kobaan ungkal adalah sumur tua yang berada di alas widhe Sendangharjo, diyakini warga sekitar sebagai sumur keramat dahulu era tahun 80 an sumur ini sering dikunjungi warga sekedar untuk mandi dan minum pasalnya air sumur ini sudah diyakini warga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dan airnya memberikan berkah. Salah satu keajaiban sumur ini yang dapat di rasakan warga sekitar adalah air yang keluar dari sumber yang jernih dari dalam sumur ini  saat musim kemarau, dan justru disaat musim hujan sumur ini sering tidak mengeluarkan air
Dalam keyakinan masyarakat sendangharjo dan sekitar sumur ini sangat keramat sehingga untuk menyentuh tanah bagian guna mengeruk linet dalam sumur ini tidak sembarang orang berani melakukan kecuali warga yang mempunyai nasab dan titisan dari mbah wali yang pertama kali menggali sumur ini, konon dahulu ada seorang bajing (*supir cikar) yang mengambil air minum untuk dia minum dan diminumkan ke sapi ternaknya namun di dapati air itu keruh dan banger…