Skip to main content

Perubahan Siklus Berfikir Masyarakat Desa Widhe Sendangharjo Brondong

Pada kesempatan ini saya ingin menulis sebuah artikel yang bernuansa sosial kemasyarakatan yang penulis  amati di desa penulis desa kelahiran tercinta Desa Widhe Sendangharjo Brondong Lamongan, yakni tentang perubahan siklus berfikir penduduk masyarakat Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan yang dewasa ini mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai bidang atau sendi sendi kehidupan masyarakat, mulai pertanian, peternakan, pendidikan, pergaulan umum, pengajian agama, hingga media sosial yang akhir akhir ini mulai menggejala dan digandrungi oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia, sehingga menurut penulis menimbukan banyak dampak sosial yang tanpa disadari telah terjadi perubahan-perubahan pola fikir di kehidupan bermasyarakat kita, baik itu dampak positif maupun dampak negatif.

Dibidang pertanian kita telah kehilangan rasa gotong royong dibuktikan dengan mulai surutnya masyarakat yang tertarik dengan tradisi “Derep” yakni tradisi saling membantu memanen padi dengan imbalan padi juga, akhir akhir ini warga masyarakat sudah mulai tidak tertarik dengan tradisi ini dikarenakan banyaknya lapangan pekerjaan lain yang lebih bernilai profit semisal bekerja di pabrik dan lain sebagainya, gejala ini menjadi indikasi awal meredupnya rasa gotong royong ditengah masyakat dan mulai tumbuh sikap hedonis invidualistis kondisi ini menurut penulis merupakan dampak negatif dari perubahan dikarenakan siklus berfikir masyakat yang sudah mulai bergeser dikarenakan berbagai sebab diantaranya dampak indutrialisasi. Meski ada juga dampak positifnya semisal mudahnya mencari pekerjaan namun dampak positif ini belum bisa lebih menguntungkan dibanding dampak negatifnya. Namun ada juga kemajuan dibidang pertanian yakni trobosan penanaman buah melon yang lima tahun trekhir ini mulai ditekuni sebagaian masyarakat kemudian banyak lagi inovasi inovasi bidang cara penanaman lainnya, harapan penulis marilah kita berinovasi dibidang pertanian semaju majunya tanpa merubah kultur dan nilai spiritual, tradisi dan gotong royong yang sudah ada, Menurut salah satu tokoh agama masyarakat desa sendangharjo bahwa petani-petani masyakat desa Sendangharjo sudah kehilangan keseimbangan rasa Tawakal pada Allah lebih sedikit dan berlebihan dalam berusaha tentu ini merupakan perubahan dalam nilai nilai spiritual.

Di bidang peternakan perubahan pola berfikir masyakat mulai kelihatan dengan banyaknya peternakan peternakan bergaya modern seperti peternakan ayam pedaging dan penggemukan sapi hal ini tentu didukung dengan mudahnya mencari modal usaha dan mudahnya akses mendapatkan modal tersebut, dulu masyakat merasa takut saat berurusan dengan Bank karena yang ada dibayangan mereka adalah penyitaan penyitaan aset seperti sawah rumah dan sebagainya. Namun sekarang pola fikir masyakat sudah bergeser mereka sudah berani berurusan dengan Bank bahkan bisa dikatakan seluruh lapisan masyakat berani berususan dengan bank untuk mendapatkan modal usaha, kondisi ini juga patut kita waspadai jangan sampai salah dalam mengukur kemampuan dalam mengajukan pinjaman pada bank sehingga meleset dan terjadi hal yang tidak diinginkan, karena data yang penulis himpun saat ini warga mayakat sendangharjo 50 % lebih sudah berani mengajukan pinjaman ke Bank dan ada sekita 0,5 % yang menalami masalah dalam angsuran.


Hal lain yang menarik adalah pola berfikir masyakat Desa Sendangharjo dalam berinteraksi dengan Teknologi Informasi, dewasa ini kita di manjakan dengan jejaring sosial produk luar negeri seperti Facebook whatsApp You Tube dan sebagian besar masyarakat Desa Sendangharjo telah memiliki Akun jejaring sosial tersebut baik facebook dan WhatsApp mulai dari yang usia muda sampai remaja dan usia dewasa, dari yang berprofesi petani peternak pedagang guru ustadz dan lain lain. Kondisi ini sangat menarik kita amati dimana dulu sekitar tahun 2008 pengguna frienster beralih ke facebook mayoritas masih mahasiswa dan orang orang yang bekerja diluar negeri namun kondisi kekinian seluruh orang sudah menggunakan facebook ini tidak terjadi begitu saja melainkan karena mudahnya sarana pendukung teknologi informasi yang sangat mudah didapatkan seperti HP Internet dan tentu adalah alat untuk membeli yang relatif mudah didapat, hanya dengan 500 ribu kita bisa membeli HP Android yang sudah dilengkapi berbagai fasilitas canggih seperti jejaring Sosial Facebook whatsApp You Tube, Twitter dan sebagainya kemudian paket internet juga relatif murah dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat hanya dengan 35 ribu bisa mendapat internet satu bulan, nah ini juga sangat berdampak dalam kehidupan sosial bermasyakat kita yang paling nampak adalah ketika kita duduk bersama yang sebelumnya kita saling bicara dan bercanda langsung, sekarang meski duduk bersam kita disibukkan dengan HP tentu ini merupakan perubahan kultur pergaulan masyarakat. Dan banyak lagi dampak dampak lainya baik dampak positif maupun negatif dan ini akan coba penulis uraikan pada artikel lainya pada edisi berikunya 

Comments

Popular posts from this blog

Widhe Sendangharjo Brondong

Widhe adalah nama sebauah  Dusun yang terletak di Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur Indonesia, sebuah desa yang masih sejuk segar dan asri hutan yang hijau area pertanian yang luas dan penduduk yang ramah.
Konon menurut para pakar widhe berarti dari bahasa sansakerta widhi yang berarti pengetahuan. oleh karena bawaan nama tersebut penduduknya (Penduduk Asli) sangat menyukai kegiatan kegiatan yang berbau pendidikan pergerakan pergerakan yang bernafas pengetahuan khususnya pengetahuan keagamaan.
Dari sisi pemerintahan dusun widhe mengikuti Desa Sendangharjo dan dipimpin oleh seorang Kepala Desa, Desa Sendangharjo terdiri atas 3 Dusun yaitu Dusun Widhe (Pusat Desa), Dusun Benges Dusun Mencorek masing-masing dusun terpisah oleh indahnya pemandangan area persawahan yang subur dan hijau, dari sisi penduduk Desa Sendangharjo terdiri dari kurang lebh 4.500 jiwa  
Mayoritas penduduk Dusun Widhe adalah Petani dan Buruh Tani, Buruh Pabrik dan sebagian kecil…

Sumur Keramat Koboan Ungkal

Sumur kobaan ungkal adalah sumur tua yang berada di alas widhe Sendangharjo, diyakini warga sekitar sebagai sumur keramat dahulu era tahun 80 an sumur ini sering dikunjungi warga sekedar untuk mandi dan minum pasalnya air sumur ini sudah diyakini warga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dan airnya memberikan berkah. Salah satu keajaiban sumur ini yang dapat di rasakan warga sekitar adalah air yang keluar dari sumber yang jernih dari dalam sumur ini  saat musim kemarau, dan justru disaat musim hujan sumur ini sering tidak mengeluarkan air
Dalam keyakinan masyarakat sendangharjo dan sekitar sumur ini sangat keramat sehingga untuk menyentuh tanah bagian guna mengeruk linet dalam sumur ini tidak sembarang orang berani melakukan kecuali warga yang mempunyai nasab dan titisan dari mbah wali yang pertama kali menggali sumur ini, konon dahulu ada seorang bajing (*supir cikar) yang mengambil air minum untuk dia minum dan diminumkan ke sapi ternaknya namun di dapati air itu keruh dan banger…

PASAR TRADISIONAL BLIMBING PACIRAN LAMONGAN

Pasar blimbing Paciran Lamongan merupakan pasar tradisional yang sangat ramai tiap harinya dikunjungi oleh berbagai orang dari berbagai desa dan kecamatan disekitar pasar ini kalau dikalkulasikan mungkin pada tiap harinya dikunjungi oleh kurang lebih seribu orang mulai dari pedagang dan pembeli, sejak saya masih kecil sampai sekarang yakni tahun 2019 pasar ini masih ramai meski sudah banyak minimarket yang bertebaran di kiri kanan jalan deandless namun keberadaan pasar ini tetaplah sangat ramai pengunjung.
Kalau kita berkunjung ke pasar ini kita akan menemukan berbagai macam dagangan mulai dari pedagang sayuran, daging, pedangan pakaian pedagang emas dan pedagang kuliner mulai bakso soto es degan dan lain sebagainya para pedangan yang berjualan dipasar ini juga bermacam macam ada yang berasal dari madura ada yang berasal dari Kabupaten Tuban dan banyk pedagang yang beasal dari desa setempat dan dari kecamatan kecamatan disekitar pasar ini.
Dahulu sekitar tahun 2000 pasar ini masih be…