Skip to main content

Sumur Keramat Koboan Ungkal

Sumur kobaan ungkal adalah sumur tua yang berada di alas widhe Sendangharjo, diyakini warga sekitar sebagai sumur keramat dahulu era tahun 80 an sumur ini sering dikunjungi warga sekedar untuk mandi dan minum pasalnya air sumur ini sudah diyakini warga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dan airnya memberikan berkah. Salah satu keajaiban sumur ini yang dapat di rasakan warga sekitar adalah air yang keluar dari sumber yang jernih dari dalam sumur ini  saat musim kemarau, dan justru disaat musim hujan sumur ini sering tidak mengeluarkan air
Dalam keyakinan masyarakat sendangharjo dan sekitar sumur ini sangat keramat sehingga untuk menyentuh tanah bagian guna mengeruk linet dalam sumur ini tidak sembarang orang berani melakukan kecuali warga yang mempunyai nasab dan titisan dari mbah wali yang pertama kali menggali sumur ini, konon dahulu ada seorang bajing (*supir cikar) yang mengambil air minum untuk dia minum dan diminumkan ke sapi ternaknya namun di dapati air itu keruh dan banger sehingga dia mengucapkan kalimat yang menghina air sumur ini Sumur Kok Banyune Banger Ngene (*sumur kok airnya bau busuk begini) sesampainya dirumah sang bajing tersebut mengalami karma yaitu mulutnya keram (*penceng) dan setelah mendapatkan berbagai masukan dari paranormal akhirnya sang bajing tersebut diruwat di sumur ini dan kemudian kembali seperti sedia kala.
Dongeng sejarah cerita rakyat yang sangat mungkin dibuktikan secara ilmiyah namun belum ada cendekiawan atau mahasiswa yang mencoba menggali ke ilmiahan dongeng ini dengan meneliti obyek obyek bukti sejarah baik berupa catatan kuno benda-benda kuno dan lainnya, bahwa sebagaimana yang disampaikan tokoh sepuh Desa Sendangharjo sumur ini dibuat oleh Mbah Mukmin nama samaran dari seorang tokoh kerajaan mataram islam konon nama aslinya adalah Ki bagus Mataram yang melarikan diri dari mataram karena konflik politik dengan petinggi kerajaan tersebut sampai di desa sendanghajo sekitar tahun 1600 M, sesampainya diwilayah Desa Sendangharjo dia membuat sumur Koboan Ungkal dan Waduk Benges, ini yang menjadi bukti kuwat bahwa mbah mukmin bukanlah orang sembarangan pemikirannya sudah melampau pengetahuan rata rata di zamannya dibuktikan dengan membuat waduk sebagai sistem pengairan dan sumur untuk warga, sesampainya diwilayah sendangharjo mbah mukmin di kejar kejar oleh prajurit kerajaan sedayu yang waktu berada dibawah pemerintahaan kerajaan mataram islam hingga akhirnya beliau meninggal karena kalah dalam taktik racun dalam semangka yang dibelah menjadi dua belah sebelahnya mengandung racun dan beliau dimakamkan di gunung Sorowiti.
Sumur koboaan ungkal ini juga menjadi situs yang perlu dikunjungi saat anda berkunjung ke wisata trini di Widhe Sendangharjo Brondong lamongan. Red

Comments

Popular posts from this blog

Widhe Sendangharjo Brondong

Widhe adalah nama sebauah  Dusun yang terletak di Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur Indonesia, sebuah desa yang masih sejuk segar dan asri hutan yang hijau area pertanian yang luas dan penduduk yang ramah.
Konon menurut para pakar widhe berarti dari bahasa sansakerta widhi yang berarti pengetahuan. oleh karena bawaan nama tersebut penduduknya (Penduduk Asli) sangat menyukai kegiatan kegiatan yang berbau pendidikan pergerakan pergerakan yang bernafas pengetahuan khususnya pengetahuan keagamaan.
Dari sisi pemerintahan dusun widhe mengikuti Desa Sendangharjo dan dipimpin oleh seorang Kepala Desa, Desa Sendangharjo terdiri atas 3 Dusun yaitu Dusun Widhe (Pusat Desa), Dusun Benges Dusun Mencorek masing-masing dusun terpisah oleh indahnya pemandangan area persawahan yang subur dan hijau, dari sisi penduduk Desa Sendangharjo terdiri dari kurang lebh 4.500 jiwa  
Mayoritas penduduk Dusun Widhe adalah Petani dan Buruh Tani, Buruh Pabrik dan sebagian kecil…

PESAREHAN SYEKH IBRAHIM ASMOROQONDI GISIKHARJO PALANG TUBAN

Baiklah sahabat jelajah pantura kali ini saya ingin berbagi tulisan tentang pengetahuan sejarah khususnya sejarah penyebaranbagama islam ditanah jawa dalam hal ini saya akan menulis khusus pada beliau almaghfurlah Syekh Ibrahim Asmoroqondi .
Beliau Syekh Ibrahim Asmoroqondi adalah ayah dari raden Ali Rohmatullah atau Sunan Ampel, Makamnya terletak di Desa Gisikharjo Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Jawa Timur, Babad Tanah Jawi menyebut namanya Dengan Makdum Ibrahim Asmoro Atau Ibrahim Asmoro, sebutan tersebut mengikuti lidah jawa dalam melafalkan As samarkondi beliau dilahirkan di Samarkhan Asia Tengah pada Abad Ke-14.
Menurut Babat cerbon Syekh ibrahim Asmoroqondi adalah putera Syekh Karnen Berasal dati negeri tulen menurut babat cebon Syekh Ibrahim Asmoroqondi merupakan pendatang di kota samarkhan karena tulen adalah merujuk pada nama wilayah tyulen kepulain kecil ditepi laut kaspia wilayah kazakhstan.
Syekh Ibrahim Asmoroqondi acapkali disamakan dengan Syekh Maulana Malik Ibrahim,…